Entri yang Diunggulkan

makalah manajemen keuangan tentang pasar efisien

KATA PENGHANTAR Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan kami kesehatan sehingga kami bisa menyele...

Jumat, 22 September 2017

makalah manajemen keuangan tentang pasar efisien

KATA PENGHANTAR



Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan kami kesehatan sehingga kami bisa menyelesaikan tugas “MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN“ tentang Pasar efisien.
Makalah ini kami buat dengan maksud untuk menjadi pedoman kami dalam pembelajaran khususnya dan teman-teman pembaca pada umumnya sebagai tambahan ilmu pengetahuan.
Kritik dan saran dari teman-teman pembaca yang kami harapkan demi kesempurnaanya makalah ini, karena dirasakan masih banyak kekurangan dan jauh dari harapan kita semua.
Dan kami berharap dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya.




                                                                                                         Banda Aceh 07/12/2015

 

                                                                                                          








DAFTAR ISI












BAB I

PENDAHULUAN


1.     Latar Belakang


Teori pasar sekuritas efisien dapat memberikan prediksi bahwa harga-harga sekuritas yang merupakan hasil interaksi memiliki beberapa karakteristik menarik. Pada dasarnya, harga-harga tersebut mencerminkan secara tepat (properly reflect) pengetahuan kolektif dan kemampuan memproses informasi yang dimiliki investor. Sesungguhnya proses yang terjadi terhadap harga sekuritas cukup kompleks dan tidak mudah dimengerti. Namun, secara umum gambaran tentang proses tersebut mudah untuk dilihat dan hal tersebut merupakan inti pembahasan di dalam bab ini.
Efisiensi pasar sekuritas memiliki implikasi yang penting di dalam akuntansi keuangan. Salah satunya adalah bahwa efisiensi pasar sekuritas membawa implikasi secara langsung terhadap konsep full disclosure. Efisiensi berimplikasi bahwa informasi mengandung disclosure, bukan dalam bentuk disclosure itu sendiri, tetapi yang bermanfaat bagi pasar. Sehingga, informasi dapat di sampaikan dengan mudah dalam bentuk catatan kaki (footnotes) dan mengungkapkan tambahan (supplemantary disclosure) seperti halnya yang terdapat di dalam laporan keuangan itu sendiri.
Sesungguhnya, di dalam teori pasar efisien informasi akuntansi berada pada posisi bersaing (competition) dengan sumber-sumber informasi lainnya seperti berita-berita dalam media (new media), analis keuangan (financial analysts), dan bahkan harga pasar itu sendiri. Sebagai suatu alat atau sarana untuk menyampaikan imformasi kepada infestor, informasi akuntansi akan bermanfaat hanya apabila infomarmasi tersebut relevan (relevant), dapat di percaya (reliabel), tepat waktu (timely), dan hemat (cost-effective), relatif dibandingkan dengan sumber informasi lainnya.
Teori pasar sekuritas efisien juga memberikan petunjuk penting mengenai alasan teoritis utama tentang keberadaan akuntansi yang disebut information asymmetry. Ketika beberapa partisipan pasar mengetahui lebih banyak dibandingkan partisipan yang lain, maka akan terjadi tekanan untuk menemukan mekanisme dalam rangka mendapatkan informasi yang lebih baik, ada pihak-pihak tertentu yang akan melakukan dengan lebih cepat, dan ada pihak-pihak tertentu yang dengan kredibel mengkomunikasi informasi yang cukup untuk dapat melindungi diri mereka sendiri kemungkinan eksploitasi untuk mendapatkan informasi yang lebih baik. Insider trading merupakan contoh mengenai terjadinya eksploitasi.
Berdasarkan penjelasaan di atas, selanjutnya dapat di simpulkan bahwa akuntansi merupakan suatu mekanisme untuk memungkinkan terjadinya komunikasi mengenai informasi relevan dari pihak yang ada  di dalam (inside) kepada pihak di luar perusahaan (outside). Selain itu dengan adanya akuntansi juga memungkinkan untuk dapat dilakukan pengambilan keputusan yang lebih baik, karena akuntasi memiliki manfaat yang dapat digunakan untuk memperbaiki kegiatan operasi pasar sekuritas.
Situasi sesungguhnya yang terjadi di dalam kenyataan adalah tidak sederhana, karena adanya anomalies yang terjadi di dalam pasar sekuritas yang tidak konsisten dengan teori. Dalam bagian selanjutnya akan dijelaskan mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan anomalies dan alasan-alasan yang mendukung keberadaan anomalies tersebut.
(Scott, 2000 : 98-99)

BAB II

PEMBAHASAN

1..      Pasar Efisien

      Arti dari efisiensi

Menurut scott, 2000 : 99 jika terdapat informasi gratis dalam kondisi ideal, maka semua investor akan memanfaatkannya dan nilai pasar perusahaan menyesuaikan untuk mencerminkan ekspektasi aliran kas revisian. Dengan kata lain, semua informasi yang didapat tersebut benar benar terlihat pada keadaan di pasar perusahaan tersebut, dan semua investor akan mendapatkan informasi yang sama dan return yang normal. Sebagai misal, di dalam kondisi yang ideal, setiap investor akan berusaha untuk mengetahui bagaimana cara melakukan realisasi terhadap aliran kas dan dividen yang akan datang. Dalam asumsi tersebut, informasi adalah bersifat bebas dan dalam kondisi yang ideal, sehingga publik dapat dengan sungguh-sungguh melakukan kegiatan observasi. Dalam keadaan demikian, semua investor akan menggunakan informasi tersebut dan proses arbitrasi akan dapat memberikan jaminan bahwa nilai pasar perusahaan secara otomatis akan mengalami penyesuaian yang mencerminkan tentang harapan atau ekspektasi atas aliran kas yang telah direvisi.

Sayangnya dalam kenyataan, informasi tidak bersifat bebas atau dalam kondisi yang tidak ideal. Setiap investor harus melakukan estimasi subjektif sendiri-sendiri dalam melakukan penilaian terhadap profitabilitas (profitability), aliran kas (cash flows), dan dividen (dividend) perusahaan yang akan datang. Selanjutnya, estimasi-estimasi tersebut akan selalu mengalami revisi (penyempurnaan) apabila ditemukan informasi baru. Dalam menghadapi situasi tersebut, biasanya setiap investor akan menggunakan pertimbangan cost-benefit dalam menentukan pertimbangan seberpa besar pengorbanan(biaya) yang akan dilakukan dan seberapa besar manfaat (informasi) dapat diperoleh.

Terdapat sejumlah sumber-sumber informasi yang relevan, misalnya: financial press, masukan informasi dari teman dan  asosiasi, perubahan kondisi ekonomi, saran analis dan pialang, dan lain-lain. Pada umumnya investor secara terus menerus akan melakukan revisi atau penyempurnaan terhadap pertimbangan probabilitas subjektif yang mereka gunakan setelah menerima berbagai macam informasi. Dari berbagai kemungkinan informasi tersebut, yang pada umumnya dipertimbangkan sebagai sumber utama informasi yang bersifat cost-efektive adalah laporan keuangan tahunan perusahaan.

Terdapat sejumlah investor yang menghabiskan waktu dan uang mereka untuk menggunakan berbagai sumber infomasi tersebut sebagai dasar yang memberikan pedoman di dalam pemilihan pengambilan keputusan. Investor yang mempunyai informasi lebih banyak (informed) biasanya akan bergerak lebih cepat setelah menerima informasi baru. Apabila mereka tidak bertindak demikian, maka investor lain akan mendahuluinya dan nilai pasar  sekuritas akan segera mengalami penyesuaian dalam mengeliminasi manfaat informasi baru.

Apabila investor dalam jumlah yang cukup signifikan berperilaku dengan cara seperti di atas, maka pasar akan menjadi efisien. Terdapat beberapa definisi pasar sekuritas efisien. Definisi yang digunakan di sini adalah pasar sekuritas efisien dalam bentuk semi-strong form, yaitu:

Suatu pasar sekuritas  efisien adalah apabila harga-harga sekuritas yang diperdagangkan di dalam pasar pada setiap waktu benar-benar mencerminkan (properly reflect) semua informasi yang terpublikasi mengenai sekuritas tersebut.

Implikasi yang jelas mengenai keberadaan pasar sekuritas akan berfluktuasi secara acak (fiuctuate rondomly) sepanjang waktu.

(Scott, 2000:99-101)




2.     Bentuk Efisiensi Pasar

Bentuk efisiensi pasar dapat ditinjau dari segi ketersediaan informasinya saja atau dapat dilihat tidak hanya dari ketersediaan informasi, tetapi juga dilihat dari kecanggihan pelaku pasar dalam pengambilan keputusan berdasarkan analisis dari informasi yang tersedia.
Tiga macam bentuk utama dari efisiensi pasar berdasarkan ketiga macam bentuk dari informasi, yaitu informasi masa lalu, informasi sekarang yang sedang dipublikasikan dan informasi privat berikut ini
1.      Efisiensi pasar bentuk lemah
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga-harga dari sekuritas tercermin secara penuh dari informasi masa lalu.
2.      Efisiensi pasar bentuk setengah kuat
Pasar dikatakan efisien setengah kuat jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan termasuk informasi yang berada di laporan-laporan keuangan perusahaan. Informasi yang dipublikasikan dapat berupa sebagai berikut ini:
a)      Informasi yang dipublikasikan yang hanya mempengaruhi harga sekuritas dari perusahaan yang mempublikasikan informasi tersebut. Contohnya seperti pengumuman laba, pengumuman pembagian dividen, pengumuman pengembangan produk baru, dll.
b)     Informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga sekuritas sejumlah perusahaan. Contohnya seperti regulasi untuk meningkatkan kebutuhan cadangan yang harus dipenuhi oleh semua bank-bank.
c)      Informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga sekuritas semua perusahaan yang terdaftar di pasar saham. Contohnya ialah peraturan akuntansi untuk mencantumkan laporan arus kas yang harus dilakukan oleh semua perusahaan.
3.      Efisiensi pasar bentuk kuat
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan semua informasi yang tersedia termasuk informasi privat.



3.     Model CAPM

Capital Market Theory : Overview
CAPM merupakan kelanjutan dari teori portofolio Markowitz (diversifikasi pada aset-aset berisiko). Dalam Capital asset pricing model (CAPM) investor juga diberikan pilihan investasi pada aset bebas risiko. CAPM ; model yang menghubungkan tingkat return yang diharapkan dari suatu aset berisiko dengan risiko aset tersebut pada kondisi pasar seimbang.
Asumsi CAPM
1.      1.Semua investor melakukan divesifikasi untuk memilih portofolio optimal dengan target garis efisiensi Markowitz.
2.      2.Investors dapat meminjam dan meminjamkan sejumlah uang pada tingkat return bebas risiko - the risk-free rate of return (RFR)
3.      3.Semua investor mempunyai ekspektasi yang homogen ; mereka mempunyai estimasi akan return dengan distribusi probabilitas yang identik ( informasi akan return dan varians yang sama ).
4.      4.Semua investors mempunyai periode holding/time horizon yang sama misalkan satu tahun atau satu bulan dll.
5.      Terdapat banyak sekali investor yang tidak satupun dapat mempengaruhi harga ( price taker )
6.      Tidak ada biaya transaksi dan pajak pendapatan dalam membeli dan menjual aset.
7.      Tidak ada perubahan tingkat harga ( inflasi ) atau tingkat suku bunga.
8.      Pasar modal berada dalam keseimbangan.

a.      Beberap asumsi terlihat tidak realistis.
Model CAPM digunakan untuk melihat dengan sederhana bagaimana hubungan antara return dan risiko dalam dunia nyata yang komplek. CAPM dilihat dari kemampuannya menjelaskan perilaku investor dalam menentukan aset optimal dan bukan dari kebenaran asumsi. Dalam kondisi kesimbangan maka tidak ada investor yang akan medapatkan abnormal return karena alokasi aset yang efisien hanyalah portofolio pasar.


4.     Capital Market Line (CML)

Garis yang menghubungkan return dengan yang diharapkan dengan risiko dari portofolio pada kondisi pasar seimbang. Pilihan portofolio sepanjang garis Rf-M ditentukan oleh proporsi dana yang diinvestasikan ke dalam portofolio M dan Rf. CML menggambarkan kemiringan _ seberapa besar tambahan risiko yang harus dihadapi untuk setiap tambahan return yang diharapkan. CML merupakan kombinasi aset berisiko (M=portofolio pasar) dg aset bebas risiko (Rf). Pilihan portofolio sepanjang garis Rf-M merupakan garis efisien yang ditentukan oleh proporsi dana yang diinvestasikan ke dalam portofolio M dan Rf.
-          Slope CML cenderung positif _ investor bersifat Risk Averse
-          Slope CML bisa negatif, jika Rm < Rf (walaupun Rm > 0)
-          Penentuan tingkat return pada tingkat risiko berbeda.
-          Tidak ada orang akan berinvestasi pada portofolio pasar M.
-          Portofolio M merupakan portofolio model untuk menjawab perilaku investor.

5. Security Market Line (SML)

Jika investor memilih portofolio selain M maka kontribusi CAPM adalah untuk menilai apakah portofolio tersebut efisien atau tidak, dilihat dari apakah risikonya sebanding dengan risiko portofolio pasar M (kemiringan garis return-risiko sama). Risiko yang relevan untuk membandingkan risiko aset berisiko individu/portofolio non-M adalah covariance terhadap portofolio pasar (Covi,m). Risiko dinilai seperti perhitungan portofolio Markowitz. Untuk portofolio pasar, return-nya akan konsisten
Expected Rate of Return Aset Berisiko
Tingkat return yang diharpakan dari sebuah aset bersiko diperoleh dari penjumlahan tingkat return bebas risiko dengan premi risiko dari aset yang bersangkutan. Premi risiko merupakan systematic risk dari sebuah aset (beta) dan premi risiko pasar yang terjadi (RM-Rf)
Expected Rate of Return Aset Berisiko
Dalam kesimbangan, semua aset dan portofolio harus berada pada garis SML jika dia efisien. Semua aset/portofolio yang estimasi return-nya berada di atas garis SML berada dalam kondisi underpriced. Semua aset/portofolio yang estimasi return-nya berada di bawah garis SML berada dalam kondisi overpriced.

6.      Estimasi Security Market Line

Tingkat return bebas risiko (Rf). Tingkat return yang disyaratkan investor/return pasar (Rm). Beta masing-masing sekuritas. Estimasi Beta (Caracteristic Line) Data historis. Menggunakan market model (single index model). Market model dalam bentuk excess return.

7.      Arbitrage Pricing Theory (APT)

CAPM dikritik karena kesulitan dalam memilih apa yang menjadi proxy portofolio pasar. Beta ditentukan dengan data pergerakan harga historis
Arbitrge Pricing Theory (APT).
Asumsi Dalam APT
1.      Pasar modal berada dalam kondisi persaingan sempurna.
2.      Investor bersifat risk averse dimana selalu lebih suka dengan return yang lebih tinggi dengan tingkat ketdakpastian yang rendah.
3.      Return aset dipengaruhi oleh beberapa faktor
4.      Investor bersifat homogen.
5.      (Tandelilin, 2001 : 90-109)

8.     Anomali Pasar Modal Efisien

Teori efisiensi pasar modal menyatakan bahwa harga sekuritas akan bereaksi cepat terhadap informasi baru. Konsekuensinya, apabila harga tidak bereaksi cepat terhadap informasi baru tetapi membutuhkan waktu lebih lama, maka keuntungan abnormal dapat terjadi.
Dalam hal ini investor tidak berprilaku sesuai dengan teori efisiensi pasar modal. Investor yang tidak berprilaku sesuai dengan teori efisiensi pasar modal disebut anomali pasar modal efisien.
Teori Prospek (Prospect Theory) (Kahneman dan Tversky,1979):
         • Investor akan risk averse berkaitan dengan keuntungan dan risk taking berkaitan dengan kerugian. Penilaian terpisah antara prospek keuntungan dan kerugian menunjukkan perilaku yang irrasional.
          • Apabila nilai investasi mulai meningkat, tingkat utilitas investor menurun dan investor berperilaku risk averse. Dalam menghadapi berita baik, investor memiliki probabilitas rendah akan semakin baiknya harga atau probabilitas tinggi harga akan semakin menurun karenanya investor merealisasi keuntungan. Dalam hal ini investor menghindari risiko.
Apabila nilai investasi mulai menurun, tingkat utilitas investor meningkat dan investor berperilaku risk taking. Dalam menghadapi berita buruk, investor menahan sekuritas dan tidak mau merealisasi kerugian, bahkan membeli lebih banyak saham yang menurun karena investor memiliki probabilitas tinggi akan membaiknya sekuritas. Dalam hal ini investor menambah risiko.
Post-Announcement Drift:
1. Sekali laba perusahaan diketahui, kandungan informasi tersebut seharusnya digunakan oleh investor sesuai dengan teori efisiensi pasar modal. Namun, telah diketahui lama bahwa hal ini tidak terjadi seperti itu.
2. Bagi perusahaan yang melaporkan berita baik pada laporan kuartalan, keuntungan abnormalnya cenderung tertunda (drift) hingga pada sekitar 60 hari setelah pengumuman. Begitu juga bagi perusahaan dengan pengumuman berita buruk, keuntungan abnormalnya cenderung juga tertunda sekitar 60 hari kemudian.
3.Fenomena ini merupakan suatu anomali pasar modal efisien yang disebut dengan istilah post-announcement drift. Fenomena merupakan tantangan serius dan penting dalam pasar modal efisien.
Rasio Keuangan:
1.  Berdasarkan teori pasar modal efisien, strategi investasi seharusnya didasarkan pada informasi yang tersedia bagi investor, yaitu informasi tentang rasio keuangan.
2. Rasio keuangan seharusnya terkait dengan harga sekuritas. Karena itu, harga sekuritas sudah merefleksikan informasi rasio keuangan.
3. Namun demikian, Ou dan Penman (1989) menemukan bukti bahwa rasio keuangan tidak segera digunakan oleh investor dan tidak segera terrefleksi dalam harga sekuritas. Hal ini merupakan suatu anomali pasar modal efisien.

Accrual:
1. Teori pasar modal efisien menyatakan bahwa seharusnya pasar bereaksi lebih kuat terhadap berita baik tentang arus kas aktivitas operasi daripada berita baik tentang accrual.
2. Hal ini diyakini karena arus kas dari aktivitas operasi lebih mungkin terulang kembali periode yang akan datang dibandingkan dengan accrual.
Akan tetapi, Sloan (1996) menemukan bukti bahwa pasar bereaksi lebih kuat terhadap accrual daripada terhadap arus kas dari aktivitas operasi. Temuan ini menambah panjang adanya anomali pasar modal efisien.



BAB III

PENUTUP


3.1    Kesimpulan

Efisiensi Pasar (Market Eficiency) didefinisikan sebagai hubungan antara harga-harga sekuritas dengan informasi. Secara detail, efisiensi pasar dapat didefinisikan dalam beberapa macam definisi, yaitu berdasarkan nilai intrinsik sekuritas, berdasarkan akurasi dari ekspektasi harga, berdasarkan distribusi informasi, dan berdasarkan pada proses dinamik.
Pasar efisien dapat terjadi karena peristiwa-peristiwa seperti, informasi tersedia secara luas kepada semua pelaku pasar pada saat yang bersamaan, informasi dihasilkan secara acak dan tiap-tiap pengumuman informasi sifatnya random satu dengan yang lainnya, investor bereaksi dengan menggunakan informasi secara penuh dan cepat.
Tiga macam bentuk utama dari efisiensi pasar antara lain, Efisiensi pasar bentuk lemah yaitu jika harga-harga dari sekuritas tercermin secara penuh dari informasi masa lalu, Efisiensi pasar bentuk setengah kuat, dan Efisiensi pasar bentuk kuat yaitu jika harga-harga sekuritas secara penuh mencerminkan semua informasi yang tersedia termasuk informasi privat.
Pengujian efisiensi pasar dibagi menjadi tiga kategori yang dihubungkan dengan bentuk-bentuk efisiensi pasarnya, antara lain pengujian bentuk lemah (weak-form test), pengujian bentuk setengah kuat (semi-strong-form tests), dan pengujian bentuk kuat (strong-form tests).
Anomali pasar ialah teknik atau strategi yang tampaknya bertentangan dengan pasar efisien. Beberapa anomaly yang banyak mendapat perhatian adalah anomaly karena strategi PER rendah (low P/E ratios) dan anomaly efek ukuran perusahaan (size effect

 

 



DAFTAR PUSTAKA


Scott, William R.2000.Financial Accounting Theory. Prentice Hall canada Inc', Scarborough, Ontorio.

              Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio.    Yogyakarta: BPFE.




















Selasa, 19 September 2017

makalah mekanisme pedagangan opsi

BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Istilah-Istilah dan Mekanisme Perdagangan Opsi

Opsi, sebagaimana dijelaskan sebelumnya, adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli (call options) atau menjual (put options) underlying assets pada harga tertentu yang ditetapkan sekarang (strike/exercise price), untuk penyerahan pada waktu tertentu di masa yang akan datang (expiration date). Dalam opsi terdapat beberapa istilah (terminologi) dasar yang digunakan, yaitu:
  1. Exercise (strike) price, yaitu harga per lembar saham yang dijadikan patokan pada saat jatuh tempo. Untuk call option, exercise price berarti harga yang harus dibayar (dibeli) pemilik opsi beli pada saat jatuh tempo. Sedangkan bagi pemegang put option, exercise price berarti harga yang akan diterima oleh pemilik put option dari penjual put option.
  2. Expiration date, yaitu batas waktu dimana opsi tersebut dapat dilaksanakan. Ada dua model expiration date, yaitu model Amerika dan model Eropa. Opsi dengan gaya Amerika dapat dilaksakan kapan saja sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan (expiration date). Sedangkan, opsi gaya Eropa dilaksanakan hanya pada saat expiration date.
  3. Premi opsi, yaitu harga yang dibayar oleh pembeli opsi kepada penjual opsi.
Mekanisme perdagangan opsi
Seperti halnya sekuritas lainnya, sekuritas opsi bisa diperdagangkan pada bursa efek ataupun pada bursa parallel (over-the-counter market). Pada berdagangan opsi, ada sejenis lembaga kliring opsi (Option Clearing Corporation/OCC) yang berfungsi sebagai perantara antara broker yang mewakili pembelio dengan pihak yang menjual opsi. Lembaga kliring opsitersebut bertugas untk memastikan bahwa masing-masing pihak memenuhi kewajibannya.
Dalam mekanisme perdagangan opsi, pihak penjual call option melalui broker yang ditunjuk menyerahkan sejulah saham yang dijadikan patokan kepada OCC, dan pembeli opsi yang akan melaksanakan call option membeli saham tersebut dari OCC sehingga transaksi pelaksanaan  opsi dilakukan menggunakan perantara OCC, dimana OCC menjadi pembeli untuk semua penjual dan sekaligus menjadi penjual untuk setiap pembeli. Oelh karena itu OCC dapat menjamin bahwa semua hak dapat terpenuhi sesua dengan yang ditetapkan dalam kontrak opsi.
Selanjutnya, investor yang akan melaksanakan opsi akan menghubungi broker mereka, dan broker tersebut akan menghubungi OCC untuk melaksanakan opsi tersebut. Kemudian OCC secara random akan memilih broker yang menjual opsi tersebut dan menunjuk mereka untuk melaksanakan kewajibannya. Dalam proses tersebut, penjual opsi tidak boleh melaksanskan transaksi yang sebaliknya untuk menghindari kewajiban, sehingga penjual call option yang menerima penugasan dari OCC harus menjual saham yang sudah disepakati, dan untuk penjual put option harus membeli saham tersebut.

Senin, 17 April 2017

contoh cara review jurnal

REVIEW JURNAL
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS BERDASARKAN METODE VARIABLE COSTING
DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD AKHYAR
1402120123





EKONOMI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH
BANDA ACEH
2015/2016
REVIEW JURNAL
A. Informasi Jurnal
Judul Jurnal    : ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK       PESANAN KHUSUS BERDASARKAN METODE VARIABLE COSTING
                                                             
Sumber            : Administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Tahun terbit     : 2014
Volume           : 17
Peneliti            :  1. Azizah Himmatul Husnia. MR
   2. Topowijono
   3. Dwiatmanto

B. Latar Belakang/Konsep Jurnal
Perkembangan bisnis sangatlah pesat, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan laba. Umumnya perusahaan mampu memenuhi permintaan pasar beberapa tahun yang akan datang, sehingga memiliki kapasitas menganggur yang mendorong untuk mempertimbangkan penetapan harga jual normal, selain itu harga pokok produksi harus dipertimbangkan. Harga pokok produksi dapat ditentukan menggunakan metode variable costing. Variable costing sangat bermanfaat pada industri mebel. Peneliti merasa tertarik melakukan penelitian pada perusahaan Anggun Citra Jati Mas karena masih ada kapasitas yang dapat dimanfaatkan. Perusahaan dapat memanfaatkan kapasitas yang ada dengan menggunakan metode variable costing dalam melakukan pengambilan keputusan menerima pesanan ataupun menolak pesanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang analisis suatu biaya dengan menggunakan metode variable costing dalam melakukan pengambilan keputusan menerima pesanan khusus atau menolak pesanan khusus. Jenis penelitian yang digunakan, penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dan wawancara. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode variable costing perusahaan Anggun Citra Jati Mas menerima pesanan khusus karena setelah menerima pesanan khusus laba yang dihasilkan mengalami peningkatan sebesar 50%.
C. Metodologi
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang (Nazir, 2005:54). Hasil pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian studi kasus ini dalam jangka waktu tertentu. Menurut Mafield yang dikutip dari (Nazir, 2005:57), “Studi kasus atau penelitian kasus (case study) adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan fase spesifik dan khas dari keseluruhan personalitas, subjek penelitian berupa individu, kelompok, lembaga, maupun masyarakat”. Lokasi penelitian ini pada perusahaan Anggun Citra Jati Mas. Fokus dalam penelitian ini adalah :

1. Data mengenai unsur-unsur biaya yang diperhitungkan dalam komponen variable costing pada    Anggun Citra Jati Mas khususnya dalam pesanan khusus.
2. Analisis biaya menurut variable costing pada Anggun Citra Jati Mas.
3. Pengambilan keputusan menerima pesanan khusus ataukah menolak pesanan khusus pada Anggun Citra Jati Mas.
4. Biaya variabel dalam mempengaruhi peningkatan laba Anggun Citra Jati Mas.

Data yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer pada penelitian ini adalah berupa wawancara mengenai sejarah, dan profil perusahaan. Data sekunder pada penelitian ini berupa data biaya bahan baku, data biaya tenaga kerja, data harga jual produk, laporan penjualan, dan laporan kapasitas maksimum produksi pada perusahaan Anggun Citra Jati Mas pada tahun 2013. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini berupa wawancara dan dokumentasi.
D. Teknologi yang Dipakai
Menggunakan metode variable costing, menggunakan bahasa pemodelan Visual Paradigm 5.0, bahasa pemrograman PHP dengan dukungan database PostgreSQL serta postgis sebagai media penyimpanan data spasial.Untuk perancangan sistem informasi menggunakan software Net Beans 7.1. sedangkan untuk proses digitasi peta dilakukan dengan menggunakan software AutoCAD, Map Infoprofessional 8.5 dan Quantum GIS 1.7.4.
E. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil dari analisis dan pembahasan mengenai penggunaan variable costing dalam melakukan pengambilan keputusan dalam menerima atau menolak pesanan khusus pada perusahaan mebel Anggun Citra Jati Mas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Unsur - unsur biaya yang diperhitungkan dalam komponen variabel dalam pesanan khusus terdiri dari biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, biaya penjualan, dan biaya administrasi umum yang bersifat variabel biaya yang bersifat biaya tetap tidak diperhitungkan kedalam biaya variabel.

2. Hasil analisis biaya menurut variable costing pada Anggun Citra Jati Mas kaitannya dengan produk yang mempunyai kapasitas menganggur paling banyak, perhitungan biaya hanya ditekankan pada biaya variabel saja. Penerapan variable costing bagi manajemen lebih baik digunakan sebagai alat perencanaan dan pengambilan keputusan jangka pendek yang tidak mengharuskan pertumbuhan tentang biaya non produksi.

3. Pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan khusus yang dilakukan oleh perusahaan mebel Anggun Citra Jati Mas harus memperhatikan penetapan seluruh biaya tetap oleh pesanan reguler, untuk melayani pesanan khusus, pemimpin perusahaan mempunyai peran penentu terhadap penentuan harga jual. Pesanan khusus dengan harga jual dibawah harga jual normal seperti biasa dapat diterima dengan syarat harga jual yang ditawar harus berada di atas biaya variabel yang digunakan untuk memproduksi dan memasarkan produk yang masih mampu untuk menghasilkan laba kontribusi.

4. Penerapan variable costing dalam memperoleh laba sangat signifikan. Kenaikan laba setelah menerima pesanan khusus pada produk jenis jendela uk 60 cm x 100 cm dan daun pintu uk 80 cm x 150 yang telah dipesan oleh perusahaan lain masing-masing sebesar Rp 1.390.172 dan Rp 4.791.576 dengan perkataan lain perusahaan tidak perlu ragu-ragu dalam menerima pesanan khusus dari perusahaan lain karena laba yang didapat perusahaan setelah menerima pesanan mengalami kenaikan rata-rata 50%.


G. Saran

1. Disarankan agar perusahaan menerapkan metode variabel costing dalam pengambilan keputusan jangka pendek, khususnya dalam menerima atau menolak pesanan khusus yang berkaitan dengan banyaknya kapasitas tenagakerja yang menganggur, disebabkan karena tenagakerja yang sering bolos kerja ataupun datang terlambat yang mengakibatkan output yang dihasilkan tidak sesuai dengan target.

2. Perusahaan harus memberikan jam lembur kepada tenagakerja agar waktu yang terbuang karena seringnya tenagakerja bolos kerja ataupun datang terlambat dapat menghasilkan output dan laba yang diharapkan oleh pemimpin perusahaan dan kapasitas yang menganggur tersebut masih bisa menghasilkan keuntungan.