BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Istilah-Istilah
dan Mekanisme Perdagangan Opsi
Opsi, sebagaimana dijelaskan sebelumnya, adalah suatu kontrak yang memberikan hak
kepada pemegangnya untuk membeli (call options) atau menjual (put
options) underlying assets pada harga tertentu yang ditetapkan
sekarang (strike/exercise price), untuk penyerahan pada waktu tertentu
di masa yang akan datang (expiration date). Dalam opsi terdapat beberapa
istilah (terminologi) dasar yang digunakan, yaitu:
- Exercise (strike) price, yaitu harga
per lembar saham yang dijadikan patokan pada saat jatuh tempo. Untuk call option, exercise price berarti harga yang harus dibayar
(dibeli) pemilik opsi beli pada saat jatuh tempo. Sedangkan bagi pemegang put option, exercise price berarti harga yang akan diterima
oleh pemilik put option dari penjual put option.
- Expiration date, yaitu batas
waktu dimana opsi tersebut dapat dilaksanakan. Ada dua model expiration date, yaitu
model Amerika dan model Eropa. Opsi dengan gaya Amerika dapat dilaksakan kapan
saja sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan (expiration date).
Sedangkan, opsi gaya Eropa dilaksanakan hanya pada saat expiration date.
- Premi opsi, yaitu harga
yang dibayar oleh pembeli opsi kepada penjual opsi.
Mekanisme perdagangan opsi
Seperti halnya sekuritas lainnya, sekuritas opsi bisa
diperdagangkan pada bursa efek ataupun pada bursa parallel (over-the-counter
market). Pada berdagangan opsi, ada sejenis lembaga kliring opsi (Option
Clearing Corporation/OCC) yang
berfungsi sebagai perantara antara broker yang mewakili pembelio dengan pihak
yang menjual opsi. Lembaga kliring opsitersebut bertugas untk memastikan bahwa
masing-masing pihak memenuhi kewajibannya.
Dalam mekanisme perdagangan opsi, pihak penjual call option melalui broker yang ditunjuk
menyerahkan sejulah saham yang dijadikan patokan kepada OCC, dan pembeli opsi
yang akan melaksanakan call
option membeli saham tersebut
dari OCC sehingga transaksi pelaksanaan opsi
dilakukan menggunakan perantara OCC, dimana OCC menjadi pembeli untuk semua
penjual dan sekaligus menjadi penjual untuk setiap pembeli. Oelh karena itu OCC
dapat menjamin bahwa semua hak dapat terpenuhi sesua dengan yang ditetapkan
dalam kontrak opsi.
Selanjutnya, investor yang akan melaksanakan opsi akan menghubungi
broker mereka, dan broker tersebut akan menghubungi OCC untuk melaksanakan opsi
tersebut. Kemudian OCC secara random akan memilih broker yang menjual opsi
tersebut dan menunjuk mereka untuk melaksanakan kewajibannya. Dalam proses
tersebut, penjual opsi tidak boleh melaksanskan transaksi yang sebaliknya untuk
menghindari kewajiban, sehingga penjual call
option yang menerima
penugasan dari OCC harus menjual saham yang sudah disepakati, dan untuk penjual put option harus membeli saham tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar