Entri yang Diunggulkan

makalah manajemen keuangan tentang pasar efisien

KATA PENGHANTAR Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan kami kesehatan sehingga kami bisa menyele...

Senin, 17 April 2017

contoh cara review jurnal

REVIEW JURNAL
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS BERDASARKAN METODE VARIABLE COSTING
DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD AKHYAR
1402120123





EKONOMI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH
BANDA ACEH
2015/2016
REVIEW JURNAL
A. Informasi Jurnal
Judul Jurnal    : ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK       PESANAN KHUSUS BERDASARKAN METODE VARIABLE COSTING
                                                             
Sumber            : Administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Tahun terbit     : 2014
Volume           : 17
Peneliti            :  1. Azizah Himmatul Husnia. MR
   2. Topowijono
   3. Dwiatmanto

B. Latar Belakang/Konsep Jurnal
Perkembangan bisnis sangatlah pesat, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan laba. Umumnya perusahaan mampu memenuhi permintaan pasar beberapa tahun yang akan datang, sehingga memiliki kapasitas menganggur yang mendorong untuk mempertimbangkan penetapan harga jual normal, selain itu harga pokok produksi harus dipertimbangkan. Harga pokok produksi dapat ditentukan menggunakan metode variable costing. Variable costing sangat bermanfaat pada industri mebel. Peneliti merasa tertarik melakukan penelitian pada perusahaan Anggun Citra Jati Mas karena masih ada kapasitas yang dapat dimanfaatkan. Perusahaan dapat memanfaatkan kapasitas yang ada dengan menggunakan metode variable costing dalam melakukan pengambilan keputusan menerima pesanan ataupun menolak pesanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang analisis suatu biaya dengan menggunakan metode variable costing dalam melakukan pengambilan keputusan menerima pesanan khusus atau menolak pesanan khusus. Jenis penelitian yang digunakan, penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dan wawancara. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode variable costing perusahaan Anggun Citra Jati Mas menerima pesanan khusus karena setelah menerima pesanan khusus laba yang dihasilkan mengalami peningkatan sebesar 50%.
C. Metodologi
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang (Nazir, 2005:54). Hasil pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian studi kasus ini dalam jangka waktu tertentu. Menurut Mafield yang dikutip dari (Nazir, 2005:57), “Studi kasus atau penelitian kasus (case study) adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan fase spesifik dan khas dari keseluruhan personalitas, subjek penelitian berupa individu, kelompok, lembaga, maupun masyarakat”. Lokasi penelitian ini pada perusahaan Anggun Citra Jati Mas. Fokus dalam penelitian ini adalah :

1. Data mengenai unsur-unsur biaya yang diperhitungkan dalam komponen variable costing pada    Anggun Citra Jati Mas khususnya dalam pesanan khusus.
2. Analisis biaya menurut variable costing pada Anggun Citra Jati Mas.
3. Pengambilan keputusan menerima pesanan khusus ataukah menolak pesanan khusus pada Anggun Citra Jati Mas.
4. Biaya variabel dalam mempengaruhi peningkatan laba Anggun Citra Jati Mas.

Data yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer pada penelitian ini adalah berupa wawancara mengenai sejarah, dan profil perusahaan. Data sekunder pada penelitian ini berupa data biaya bahan baku, data biaya tenaga kerja, data harga jual produk, laporan penjualan, dan laporan kapasitas maksimum produksi pada perusahaan Anggun Citra Jati Mas pada tahun 2013. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini berupa wawancara dan dokumentasi.
D. Teknologi yang Dipakai
Menggunakan metode variable costing, menggunakan bahasa pemodelan Visual Paradigm 5.0, bahasa pemrograman PHP dengan dukungan database PostgreSQL serta postgis sebagai media penyimpanan data spasial.Untuk perancangan sistem informasi menggunakan software Net Beans 7.1. sedangkan untuk proses digitasi peta dilakukan dengan menggunakan software AutoCAD, Map Infoprofessional 8.5 dan Quantum GIS 1.7.4.
E. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil dari analisis dan pembahasan mengenai penggunaan variable costing dalam melakukan pengambilan keputusan dalam menerima atau menolak pesanan khusus pada perusahaan mebel Anggun Citra Jati Mas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Unsur - unsur biaya yang diperhitungkan dalam komponen variabel dalam pesanan khusus terdiri dari biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, biaya penjualan, dan biaya administrasi umum yang bersifat variabel biaya yang bersifat biaya tetap tidak diperhitungkan kedalam biaya variabel.

2. Hasil analisis biaya menurut variable costing pada Anggun Citra Jati Mas kaitannya dengan produk yang mempunyai kapasitas menganggur paling banyak, perhitungan biaya hanya ditekankan pada biaya variabel saja. Penerapan variable costing bagi manajemen lebih baik digunakan sebagai alat perencanaan dan pengambilan keputusan jangka pendek yang tidak mengharuskan pertumbuhan tentang biaya non produksi.

3. Pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan khusus yang dilakukan oleh perusahaan mebel Anggun Citra Jati Mas harus memperhatikan penetapan seluruh biaya tetap oleh pesanan reguler, untuk melayani pesanan khusus, pemimpin perusahaan mempunyai peran penentu terhadap penentuan harga jual. Pesanan khusus dengan harga jual dibawah harga jual normal seperti biasa dapat diterima dengan syarat harga jual yang ditawar harus berada di atas biaya variabel yang digunakan untuk memproduksi dan memasarkan produk yang masih mampu untuk menghasilkan laba kontribusi.

4. Penerapan variable costing dalam memperoleh laba sangat signifikan. Kenaikan laba setelah menerima pesanan khusus pada produk jenis jendela uk 60 cm x 100 cm dan daun pintu uk 80 cm x 150 yang telah dipesan oleh perusahaan lain masing-masing sebesar Rp 1.390.172 dan Rp 4.791.576 dengan perkataan lain perusahaan tidak perlu ragu-ragu dalam menerima pesanan khusus dari perusahaan lain karena laba yang didapat perusahaan setelah menerima pesanan mengalami kenaikan rata-rata 50%.


G. Saran

1. Disarankan agar perusahaan menerapkan metode variabel costing dalam pengambilan keputusan jangka pendek, khususnya dalam menerima atau menolak pesanan khusus yang berkaitan dengan banyaknya kapasitas tenagakerja yang menganggur, disebabkan karena tenagakerja yang sering bolos kerja ataupun datang terlambat yang mengakibatkan output yang dihasilkan tidak sesuai dengan target.

2. Perusahaan harus memberikan jam lembur kepada tenagakerja agar waktu yang terbuang karena seringnya tenagakerja bolos kerja ataupun datang terlambat dapat menghasilkan output dan laba yang diharapkan oleh pemimpin perusahaan dan kapasitas yang menganggur tersebut masih bisa menghasilkan keuntungan.



makalah riset operasi



<![endif]-->

KATA PENGANTAR

            Puji syukur  saya panjatkan ke hadiran Allah Yang Maha Esa atas karunia serta hidayah-Nya, sehingga saya bisa menyelesaikan makalah ini. Makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah OPERATION RESEACH .  Makalah ini membahas tentang “  OPERATION RESEACH”.
            Tersusunnya makalah ini tidak terlepas dari bantuan beberapa pihak, oleh karena itu saya mengucapkan terimakasih kepada dosen pengasuh mata kuliah Yaitu : SAYED LUTFI SE,M.SI selaku dosen OPERATION RESEACH serta rekan-rekan yang telah membantu hingga tersusunnya makalah ini.
            Saya menyadari bahwa makalah ini masih mempunyai banyak kekurangan, oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan makalah ini. Semoga apa yang saya sampaikan dalam makalah ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.









                                                                                                                                                               Penyusun :

                                                                                                               Banda Aceh27/10/2016



DAFTAR ISI

 




BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar belakang

Selama perang dunia ke-2 tidak dapat dipungkiri lagi keefektifan dari RO sebgai metode penyelesain masalah. Kegiatan Operation Research di Inggris dan Amerika secara terus menerus. Dalam bidang nonmiliter terutama kelompok industri, sehingga aktifitas operation research tidak hanya mengenai aktivitas ilmu tetapi juga menyangkut berbagai macam disiplin dan bisnis.

Riset Operasi (operation research) dimulai dikalangan militer dalam permulaan Perang Dunia Kedua. Dalam perang tersebut, Riset Operasi digunakan dalam mengalokasikan sumber-sumber atau input yang terbatas guna melayani berbagai operasi militer dan kegiatan-kegiatan di dalam setiap operasi secara efisien dan efektif. Tujuannya untuk menerapkan pendekatan ilmiah guna memecahkan permasalahan atau persoalan pada operasi militer ditambah lagi dengan permasalahan strategi dan taktis militer.
Riset Operasi mula-mula berkembang di Inggris dalam bidang militer, industri, bisnis dan pemerintahan sipil, kemudian berkembang dengan cepat sekali di Amerika Serikat, sejak 1951. Sekarang perkembangannya sudah meluas menjangkau negara berkembang seperti Indonesia.












BAB II

OPERATION RESEACH


1.      Pengertian Riset Operasi (Operation Reseach)


Riset Operasi berasal dari Inggris yang merupakan suatu hasil studi operasi-operasi militer selama Perang Dunia II. Istilah riset operasi pertama kali digunakan pada tahun 1940 oleh Mc Closky dan Trefthen di suatu kota kecil, Bowdsey, Inggris. Kata operasi dapat disefinisikan sebagai tindakan-tindakan yang diterapkan pada beberapa masalah atau hipotesa. Sementara riset dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang terorganisasi dalam mencari kebenaran akan masalah atau hipotesa.

2.      Definisi Riset Operasi

Morse dan Kimball mendefinisikan riset operasi sebagai metode ilmiah (scientific method) yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar kuantitatif. Definisi ini kurang tegas karena tidak tercermin perbedaan antara riset operasi dengan disiplin ilmu yang lain.
·         Churchman, Arkoff dan Arnoff  pada tahun 1950-an mengemukakan pengertian riset operasi sebagai aplikasi metode-metode, teknik-teknik dan peralatan-peralatan ilmiah dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul di dalam operasi perusahaan dengan tujuan ditemukannya pemecahan yang optimum masalah-masalah tersebut.
·         Miller dan M.K. Starr mengartikan riset operasi sebagai peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika, dan logika dalam kerangka pemecahan masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari, sehingga akhirnya permasalahan tersebut dapat dipecahkan secara optimal.
·         S.L. Cook dalam Little Chid, 1977   mengartikan riset operasi sebagai suatu metode, suatu pendekatan, seperangkat teknik, sekelompok kegiatan, suatu kombinasi beberapa disiplin, suatu perluasan dari disipilin-disiplin utama (matematika, teknik, ekonomi), suatu disiplinbaru, suatu lapangan kerja, bahkan suatu agama. OR mungkin beberapa dari semua hal ini.
 Operation Reseach Society of Great Britain  “Operation research is the applicarion of the methods of science to complex problem arising in the directin and management of large system of men, machines, materials and moner in industry, business, government, and defense. The distinctive approach is to develop a scientific model of a system, incorporating measurements of factors as chance and risk, with to predict and compare the outcomes of alternative decision, strategies or control. The purpose it to help management determine its policy and actions scientifically.”
Riset operasi adalah penerapan metode-metode ilmiah terhadap masalah-masalah rumit yang muncul dalam pengarahan dan pengelolaan dari sistem besar manusia, mesin, bahan dan uang dalam industry, bisnis, pemerintahan dan pertahanan. Pendekatan khusus ini bertujuan membentuk suatu model ilmiah dari sistem, menggabungkan ukuran-ukuran faktor-faktor seperti kesempatan dan risiko, untuk meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dari beberapa keputusan, strategi atau pengawasannya. Tujuannya adalah membantu pengambil keputusan menentukan kebijakan dan tindakannya secara ilmiah.
Operation Reseach Society of America “Operation research concerned with scientifically deciding how to best design and operate man-machine system, usually under conditions requiring the allocation of scarce resource.”
Riset Operasi berkaitan dengan menentukan pilihan secara ilmiah bagaimana merancang dan menjalankan sistem manusia-mesin secara terbaik, biasanya membutuhkan alokasi sumber daya yang langka.
T.L. Saaty mendefinisikan riset operasi sebagai  seni memberikan jawaban buruk terhadap masalah-masalah, yang jika tidak, memiliki jawaban yang lebih buruk.
Pangestu “ Operations research berkaitan dengan pengambilan keputusan optimal dalam penyusunan model dari sistem-sistem baik deterministik maupun probabilistik yang berasal dari kehidupan nyata ”.
Bertrand menyebut Operations research sebagai model kuantitatif “ Quantitative models are based on a set variables that vary over specific domain, while quantitative and causal relationships have been defined between that variable ”.
 Frederick Hillier “ Operations research adalah suatu pendekatan ilmiah kepada pengambilan keputusan yang meliputi operasi sistem-sistem organisasi ”.

Model Riset Operasi

Model adalah abstraksi atau penyederhanaan realitas system yang kompleks dimana hanya komponen yang relevan atau faktor yang dominan dari masalah yang dianalisis diikutsertakan. Salah satu pembentukan model adalah untuk menemukan variabel apasaja yang penting dan menonjol. Penemuan-penemuan variabel yang penting ini berkaitan erat dengan penyelidikan hubungan yang ada diantara variabel. Ada beberapa cara yang digunakan untuk mengklasifikasikan model salah satu cara yang umum digunakan adalah membedakannya kedalam jenis model yaitu :

A.    Model Iconic (Physical) 

Adalah suatu penyajian fisik yang tampak seperti aslinya dari suatu sistem nyata dengan skala yang berbeda. Model ini mudah untuk dipahami, dibentuk & dijelaskan, tetapi sulit untuk memanipulasi & tak berguna untuk tujuan peramalan, biasanya menunjukkan peristiwa statik. Contohnya dalam mempelajari struktur sebuah atom, warna model tidak relevan, sementara letak lapisan-lapisan merupakan sifat yang relevan untuk disajikan.

B.     Mathematic (Simbolic) Model

Diantara jenis model yang lain, model matematik sifatnya paling abstrak. Model ini menggunakan seperangkat simbol matematik untuk menunjukkan komponen-komponen (& hubungan antar mereka) dari sistem nyata. Namun, sistem nyata tidak selalu dapat diekspresikan dalam rumusan matematik.Di bedakan menjadi dua yaitu:

C.    Deterministik

Dibentuk dalam situasi kepastian (certainty). Model ini memerlukan penyederhanaan-penyederhanaan dari realitas karena kepastian jarang terjadi. Keuntungan model ini adalah dapat dimanipulasi & diselesaikan lebih mudah.

D.    Probabilistik

Meliputi kasus-kasus dimana diasumsikan ketidakpastian (uncertainty). Meskipun penggabungan ketidakpastian dalam model dapat menghasilkan suatu penyajian sistem nyata yang lebih realistis, model ini umumnya lebih sulit untuk dianalisa.

E.     Model Analog

Model Analog adalah suatu model yang menyajikan suatu analogi dari keadaan nyata. Tidak seperti model ikonik, model analog tidak harus sama dengan sistem yang disajikan. Salah satu contoh model analog adalah histogram dimana panjang batang yang berbeda digunakan untuk menyajikan frekuensi relatif dari beberapa macam kejadian.

F.     Model Simulasi

 model yang meniru tingkah laku sistem dengan mempelajariinteraksi komponen-komponennya. Model ini dapat digunakan untukmemecahkan sistem kompleks yang tidak dapat diselesaikan secara matematis.

G.    Model Heuristik

            suatu model yang didapat dari metode pencarian yang didasarkan atas intuisi atau aturan-aturan empiris untuk memperoleh solusi yang lebih baik.









BAB III

PENUTUP

1.      Kesimpulan

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa riset operasi berkenaan dengan pengambilan keputusan yang optimal dalam, dan penyusunan model dari sistem-sistem baik yang diterministik maupun probabilistik yang berasal dari kehidupan nyata. Atau dunia pengelolaan atau dunia usaha yang memakai pendekatan ilmiah atau pendekatan sistematis. sebuah model adalah suatu abstraksi realitas, ia akan tampak kurang kompleks dibandingkan realitas itu sendiri.
Model itu, agar menjadi lengkap, perlu mencerminkan semua realitas yang sedang diteliti. Salah satu alasan pembentukan model adalah untuk menemukan variabel-variabel yang penting atau menonjol. Penemuan variabel-variabel yang penting itu berkaitan erat dengan penyelidikan hubungan yang ada diantara variabel-variabel itu. Teknik-teknik kuantitatif seperti statistik dan simulasi digunakan untuk menyelidiki hubungan yang ada diantara banyak variabel dalam suatu model.
















DAFTAR PUSTAKA


1)      Sri mulyono, Riset Operasi, LPEM, UI, 2002
2)      Subagyo Pangestu, Marwan Asri, dan T. Hani Handoko. Dasar-Dasar Operation Research, Yogyakarta: PT. BPFE-Yogyakarta, 2000.
3)      Aminudin, Prinsip-Prinsip Riset Operasi, Erlangga, 2005
4)      Ayu, Media Anugrah. Pengantar riset operasional. Seri diklat kuliah. Universitas Gunadarma. 1993.
5)      A Taha, Hamdy, 1996,  Riset Operasi Jilid 1, Jakarta : Binarupa Aksara.
6)      Berbagai sumber dari internet:
·         http://isengcom.wordpress.com/2011/10/05/pengenalan-riset-operasional-ro/ü  http://metodologi-penelitian.blogspot.com/2012/10/definisi-atau-pengertian-riset-operasi.html
http://

·         ü  http://juliadi.wikispaces.com/file/view/Tehnik+Riset+Operasi.doc
·         http://www.ilab.gunadarma.ac.id/modul/NewATA/Modul%20ATA/Riset%20Operasional%20%28ATA%202011-2012%29/M1.pdf