KATA PENGHANTAR
Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT. yang
telah memberikan kami kesehatan sehingga kami bisa menyelesaikan tugas “MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN“ tentang Pasar
efisien.
Makalah ini kami buat dengan maksud untuk menjadi pedoman
kami dalam pembelajaran khususnya dan teman-teman pembaca pada umumnya sebagai
tambahan ilmu pengetahuan.
Kritik dan saran dari teman-teman pembaca yang kami harapkan
demi kesempurnaanya makalah ini, karena dirasakan masih banyak kekurangan dan
jauh dari harapan kita semua.
Dan kami berharap dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat
bagi siapa saja yang membutuhkannya.
Banda Aceh 07/12/2015
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Teori
pasar sekuritas efisien dapat memberikan prediksi bahwa harga-harga sekuritas
yang merupakan hasil interaksi memiliki beberapa karakteristik menarik. Pada
dasarnya, harga-harga tersebut mencerminkan secara tepat (properly reflect)
pengetahuan kolektif dan kemampuan memproses informasi yang dimiliki investor.
Sesungguhnya proses yang terjadi terhadap harga sekuritas cukup kompleks dan
tidak mudah dimengerti. Namun, secara umum gambaran tentang proses tersebut
mudah untuk dilihat dan hal tersebut merupakan inti pembahasan di dalam bab
ini.
Efisiensi
pasar sekuritas memiliki implikasi yang penting di dalam akuntansi keuangan.
Salah satunya adalah bahwa efisiensi pasar sekuritas membawa implikasi secara
langsung terhadap konsep full disclosure. Efisiensi berimplikasi bahwa
informasi mengandung disclosure, bukan dalam bentuk disclosure itu sendiri,
tetapi yang bermanfaat bagi pasar. Sehingga, informasi dapat di sampaikan
dengan mudah dalam bentuk catatan kaki (footnotes) dan mengungkapkan tambahan
(supplemantary disclosure) seperti halnya yang terdapat di dalam laporan
keuangan itu sendiri.
Sesungguhnya,
di dalam teori pasar efisien informasi akuntansi berada pada posisi bersaing
(competition) dengan sumber-sumber informasi lainnya seperti berita-berita
dalam media (new media), analis keuangan (financial analysts), dan bahkan harga
pasar itu sendiri. Sebagai suatu alat atau sarana untuk menyampaikan imformasi
kepada infestor, informasi akuntansi akan bermanfaat hanya apabila infomarmasi
tersebut relevan (relevant), dapat di percaya (reliabel), tepat waktu (timely),
dan hemat (cost-effective), relatif dibandingkan dengan sumber informasi
lainnya.
Teori
pasar sekuritas efisien juga memberikan petunjuk penting mengenai alasan teoritis
utama tentang keberadaan akuntansi yang disebut information asymmetry. Ketika
beberapa partisipan pasar mengetahui lebih banyak dibandingkan partisipan yang
lain, maka akan terjadi tekanan untuk menemukan mekanisme dalam rangka
mendapatkan informasi yang lebih baik, ada pihak-pihak tertentu yang akan
melakukan dengan lebih cepat, dan ada pihak-pihak tertentu yang dengan kredibel
mengkomunikasi informasi yang cukup untuk dapat melindungi diri mereka sendiri
kemungkinan eksploitasi untuk mendapatkan informasi yang lebih baik. Insider
trading merupakan contoh mengenai terjadinya eksploitasi.
Berdasarkan
penjelasaan di atas, selanjutnya dapat di simpulkan bahwa akuntansi merupakan
suatu mekanisme untuk memungkinkan terjadinya komunikasi mengenai informasi relevan
dari pihak yang ada di dalam (inside)
kepada pihak di luar perusahaan (outside). Selain itu dengan adanya akuntansi
juga memungkinkan untuk dapat dilakukan pengambilan keputusan yang lebih baik,
karena akuntasi memiliki manfaat yang dapat digunakan untuk memperbaiki
kegiatan operasi pasar sekuritas.
Situasi
sesungguhnya yang terjadi di dalam kenyataan adalah tidak sederhana, karena
adanya anomalies yang terjadi di dalam pasar sekuritas yang tidak konsisten
dengan teori. Dalam bagian selanjutnya akan dijelaskan mengenai beberapa hal
yang berkaitan dengan anomalies dan alasan-alasan yang mendukung keberadaan
anomalies tersebut.
(Scott,
2000 : 98-99)
BAB II
PEMBAHASAN
1.. Pasar Efisien
Arti dari efisiensi
Menurut scott, 2000 : 99 jika terdapat informasi
gratis dalam kondisi ideal, maka semua investor akan memanfaatkannya dan nilai
pasar perusahaan menyesuaikan untuk mencerminkan ekspektasi aliran kas
revisian. Dengan kata lain, semua informasi yang didapat tersebut benar benar
terlihat pada keadaan di pasar perusahaan tersebut, dan semua investor akan
mendapatkan informasi yang sama dan return yang normal. Sebagai misal, di dalam
kondisi yang ideal, setiap investor akan berusaha untuk mengetahui bagaimana
cara melakukan realisasi terhadap aliran kas dan dividen yang akan datang.
Dalam asumsi tersebut, informasi adalah bersifat bebas dan dalam kondisi yang
ideal, sehingga publik dapat dengan sungguh-sungguh melakukan kegiatan
observasi. Dalam keadaan demikian, semua investor akan menggunakan informasi
tersebut dan proses arbitrasi akan dapat memberikan jaminan bahwa nilai pasar
perusahaan secara otomatis akan mengalami penyesuaian yang mencerminkan tentang
harapan atau ekspektasi atas aliran kas yang telah direvisi.
Sayangnya dalam kenyataan, informasi tidak bersifat
bebas atau dalam kondisi yang tidak ideal. Setiap investor harus melakukan
estimasi subjektif sendiri-sendiri dalam melakukan penilaian terhadap
profitabilitas (profitability), aliran kas (cash flows), dan dividen (dividend)
perusahaan yang akan datang. Selanjutnya, estimasi-estimasi tersebut akan
selalu mengalami revisi (penyempurnaan) apabila ditemukan informasi baru. Dalam
menghadapi situasi tersebut, biasanya setiap investor akan menggunakan
pertimbangan cost-benefit dalam menentukan pertimbangan seberpa besar
pengorbanan(biaya) yang akan dilakukan dan seberapa besar manfaat (informasi)
dapat diperoleh.
Terdapat sejumlah sumber-sumber informasi yang
relevan, misalnya: financial press, masukan informasi dari teman dan asosiasi, perubahan kondisi ekonomi, saran
analis dan pialang, dan lain-lain. Pada umumnya investor secara terus menerus
akan melakukan revisi atau penyempurnaan terhadap pertimbangan probabilitas
subjektif yang mereka gunakan setelah menerima berbagai macam informasi. Dari
berbagai kemungkinan informasi tersebut, yang pada umumnya dipertimbangkan
sebagai sumber utama informasi yang bersifat cost-efektive adalah laporan
keuangan tahunan perusahaan.
Terdapat sejumlah investor yang menghabiskan waktu
dan uang mereka untuk menggunakan berbagai sumber infomasi tersebut sebagai
dasar yang memberikan pedoman di dalam pemilihan pengambilan keputusan.
Investor yang mempunyai informasi lebih banyak (informed) biasanya akan
bergerak lebih cepat setelah menerima informasi baru. Apabila mereka tidak
bertindak demikian, maka investor lain akan mendahuluinya dan nilai pasar sekuritas akan segera mengalami penyesuaian
dalam mengeliminasi manfaat informasi baru.
Apabila investor dalam jumlah yang cukup signifikan
berperilaku dengan cara seperti di atas, maka pasar akan menjadi efisien.
Terdapat beberapa definisi pasar sekuritas efisien. Definisi yang digunakan di
sini adalah pasar sekuritas efisien dalam bentuk semi-strong form, yaitu:
Suatu pasar sekuritas efisien adalah apabila harga-harga sekuritas
yang diperdagangkan di dalam pasar pada setiap waktu benar-benar mencerminkan
(properly reflect) semua informasi yang terpublikasi mengenai sekuritas
tersebut.
Implikasi yang jelas mengenai keberadaan pasar
sekuritas akan berfluktuasi secara acak (fiuctuate rondomly) sepanjang waktu.
(Scott, 2000:99-101)
2.
Bentuk Efisiensi
Pasar
Bentuk efisiensi pasar dapat ditinjau dari segi ketersediaan
informasinya saja atau dapat dilihat tidak hanya dari ketersediaan informasi,
tetapi juga dilihat dari kecanggihan pelaku pasar dalam pengambilan keputusan
berdasarkan analisis dari informasi yang tersedia.
Tiga macam bentuk utama dari efisiensi pasar berdasarkan
ketiga macam bentuk dari informasi, yaitu informasi masa lalu, informasi
sekarang yang sedang dipublikasikan dan informasi privat berikut ini
1.
Efisiensi
pasar bentuk lemah
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga-harga
dari sekuritas tercermin secara penuh dari informasi masa lalu.
2.
Efisiensi
pasar bentuk setengah kuat
Pasar dikatakan efisien setengah kuat jika harga-harga
sekuritas secara penuh mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan
termasuk informasi yang berada di laporan-laporan keuangan perusahaan.
Informasi yang dipublikasikan dapat berupa sebagai berikut ini:
a)
Informasi
yang dipublikasikan yang hanya mempengaruhi harga sekuritas dari perusahaan
yang mempublikasikan informasi tersebut. Contohnya seperti pengumuman laba,
pengumuman pembagian dividen, pengumuman pengembangan produk baru, dll.
b)
Informasi
yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga sekuritas sejumlah
perusahaan. Contohnya seperti regulasi untuk meningkatkan kebutuhan cadangan
yang harus dipenuhi oleh semua bank-bank.
c)
Informasi
yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga sekuritas semua perusahaan yang
terdaftar di pasar saham. Contohnya ialah peraturan akuntansi untuk
mencantumkan laporan arus kas yang harus dilakukan oleh semua perusahaan.
3.
Efisiensi
pasar bentuk kuat
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat jika harga-harga
sekuritas secara penuh mencerminkan semua informasi yang tersedia termasuk
informasi privat.
3. Model CAPM
Capital Market Theory : Overview
CAPM merupakan kelanjutan dari teori portofolio Markowitz
(diversifikasi pada aset-aset berisiko). Dalam Capital asset pricing model
(CAPM) investor juga diberikan pilihan investasi pada aset bebas risiko. CAPM ;
model yang menghubungkan tingkat return yang diharapkan dari suatu aset
berisiko dengan risiko aset tersebut pada kondisi pasar seimbang.
Asumsi CAPM
1.
1.Semua
investor melakukan divesifikasi untuk memilih portofolio optimal dengan target
garis efisiensi Markowitz.
2.
2.Investors
dapat meminjam dan meminjamkan sejumlah uang pada tingkat return bebas risiko -
the risk-free rate of return (RFR)
3.
3.Semua
investor mempunyai ekspektasi yang homogen ; mereka mempunyai estimasi akan
return dengan distribusi probabilitas yang identik ( informasi akan return dan
varians yang sama ).
4.
4.Semua
investors mempunyai periode holding/time horizon yang sama misalkan satu tahun
atau satu bulan dll.
5.
Terdapat
banyak sekali investor yang tidak satupun dapat mempengaruhi harga ( price
taker )
6.
Tidak
ada biaya transaksi dan pajak pendapatan dalam membeli dan menjual aset.
7.
Tidak
ada perubahan tingkat harga ( inflasi ) atau tingkat suku bunga.
8.
Pasar
modal berada dalam keseimbangan.
a. Beberap asumsi terlihat tidak
realistis.
Model CAPM digunakan untuk melihat dengan sederhana bagaimana
hubungan antara return dan risiko dalam dunia nyata yang komplek. CAPM dilihat
dari kemampuannya menjelaskan perilaku investor dalam menentukan aset optimal
dan bukan dari kebenaran asumsi. Dalam kondisi kesimbangan maka tidak ada
investor yang akan medapatkan abnormal return karena alokasi aset yang efisien
hanyalah portofolio pasar.
4. Capital Market Line (CML)
Garis yang menghubungkan return dengan yang diharapkan dengan
risiko dari portofolio pada kondisi pasar seimbang. Pilihan portofolio
sepanjang garis Rf-M ditentukan oleh proporsi dana yang diinvestasikan ke dalam
portofolio M dan Rf. CML menggambarkan kemiringan _ seberapa besar tambahan
risiko yang harus dihadapi untuk setiap tambahan return yang diharapkan. CML
merupakan kombinasi aset berisiko (M=portofolio pasar) dg aset bebas risiko
(Rf). Pilihan portofolio sepanjang garis Rf-M merupakan garis efisien yang
ditentukan oleh proporsi dana yang diinvestasikan ke dalam portofolio M dan Rf.
- Slope CML
cenderung positif _ investor bersifat Risk Averse
- Slope CML
bisa negatif, jika Rm < Rf (walaupun Rm > 0)
- Penentuan
tingkat return pada tingkat risiko berbeda.
- Tidak ada
orang akan berinvestasi pada portofolio pasar M.
- Portofolio M
merupakan portofolio model untuk menjawab perilaku investor.
5. Security Market Line (SML)
Jika investor memilih portofolio selain M maka kontribusi
CAPM adalah untuk menilai apakah portofolio tersebut efisien atau tidak,
dilihat dari apakah risikonya sebanding dengan risiko portofolio pasar M
(kemiringan garis return-risiko sama). Risiko yang relevan untuk membandingkan
risiko aset berisiko individu/portofolio non-M adalah covariance terhadap
portofolio pasar (Covi,m). Risiko dinilai seperti perhitungan portofolio
Markowitz. Untuk portofolio pasar, return-nya akan konsisten
Expected Rate of Return Aset Berisiko
Tingkat return yang diharpakan dari sebuah aset bersiko
diperoleh dari penjumlahan tingkat return bebas risiko dengan premi risiko dari
aset yang bersangkutan. Premi risiko merupakan systematic risk dari sebuah aset
(beta) dan premi risiko pasar yang terjadi (RM-Rf)
Expected Rate of Return Aset Berisiko
Dalam kesimbangan, semua aset dan portofolio harus berada
pada garis SML jika dia efisien. Semua aset/portofolio yang estimasi return-nya
berada di atas garis SML berada dalam kondisi underpriced. Semua
aset/portofolio yang estimasi return-nya berada di bawah garis SML berada dalam
kondisi overpriced.
6.
Estimasi Security
Market Line
Tingkat return bebas risiko (Rf). Tingkat return yang
disyaratkan investor/return pasar (Rm). Beta masing-masing sekuritas. Estimasi
Beta (Caracteristic Line) Data historis. Menggunakan market model (single index
model). Market model dalam bentuk excess return.
7.
Arbitrage Pricing
Theory (APT)
CAPM dikritik karena kesulitan dalam memilih apa yang menjadi
proxy portofolio pasar. Beta ditentukan dengan data pergerakan harga historis
Arbitrge Pricing Theory (APT).
Asumsi Dalam APT
1.
Pasar
modal berada dalam kondisi persaingan sempurna.
2.
Investor
bersifat risk averse dimana selalu lebih suka dengan return yang lebih tinggi
dengan tingkat ketdakpastian yang rendah.
3.
Return
aset dipengaruhi oleh beberapa faktor
4.
Investor
bersifat homogen.
5.
(Tandelilin,
2001 : 90-109)
8. Anomali Pasar Modal Efisien
Teori efisiensi pasar modal menyatakan bahwa harga sekuritas
akan bereaksi cepat terhadap informasi baru. Konsekuensinya, apabila harga
tidak bereaksi cepat terhadap informasi baru tetapi membutuhkan waktu lebih
lama, maka keuntungan abnormal dapat terjadi.
Dalam hal ini investor tidak berprilaku sesuai dengan teori
efisiensi pasar modal. Investor yang tidak berprilaku sesuai dengan teori
efisiensi pasar modal disebut anomali pasar modal efisien.
Teori Prospek (Prospect Theory) (Kahneman dan Tversky,1979):
• Investor
akan risk averse berkaitan dengan keuntungan dan risk taking berkaitan dengan
kerugian. Penilaian terpisah antara prospek keuntungan dan kerugian menunjukkan
perilaku yang irrasional.
• Apabila
nilai investasi mulai meningkat, tingkat utilitas investor menurun dan investor
berperilaku risk averse. Dalam menghadapi berita baik, investor memiliki
probabilitas rendah akan semakin baiknya harga atau probabilitas tinggi harga
akan semakin menurun karenanya investor merealisasi keuntungan. Dalam hal ini
investor menghindari risiko.
Apabila nilai investasi mulai menurun, tingkat utilitas
investor meningkat dan investor berperilaku risk taking. Dalam menghadapi
berita buruk, investor menahan sekuritas dan tidak mau merealisasi kerugian,
bahkan membeli lebih banyak saham yang menurun karena investor memiliki
probabilitas tinggi akan membaiknya sekuritas. Dalam hal ini investor menambah
risiko.
Post-Announcement Drift:
1. Sekali laba perusahaan diketahui, kandungan informasi
tersebut seharusnya digunakan oleh investor sesuai dengan teori efisiensi pasar
modal. Namun, telah diketahui lama bahwa hal ini tidak terjadi seperti itu.
2. Bagi perusahaan yang melaporkan berita baik pada laporan
kuartalan, keuntungan abnormalnya cenderung tertunda (drift) hingga pada
sekitar 60 hari setelah pengumuman. Begitu juga bagi perusahaan dengan
pengumuman berita buruk, keuntungan abnormalnya cenderung juga tertunda sekitar
60 hari kemudian.
3.Fenomena ini merupakan suatu anomali pasar modal efisien
yang disebut dengan istilah post-announcement drift. Fenomena merupakan
tantangan serius dan penting dalam pasar modal efisien.
Rasio Keuangan:
1. Berdasarkan teori
pasar modal efisien, strategi investasi seharusnya didasarkan pada informasi
yang tersedia bagi investor, yaitu informasi tentang rasio keuangan.
2. Rasio keuangan seharusnya terkait dengan harga sekuritas.
Karena itu, harga sekuritas sudah merefleksikan informasi rasio keuangan.
3. Namun demikian, Ou dan Penman (1989) menemukan bukti bahwa
rasio keuangan tidak segera digunakan oleh investor dan tidak segera
terrefleksi dalam harga sekuritas. Hal ini merupakan suatu anomali pasar modal
efisien.
Accrual:
1. Teori pasar modal efisien menyatakan bahwa seharusnya
pasar bereaksi lebih kuat terhadap berita baik tentang arus kas aktivitas
operasi daripada berita baik tentang accrual.
2. Hal ini diyakini karena arus kas dari aktivitas operasi
lebih mungkin terulang kembali periode yang akan datang dibandingkan dengan
accrual.
Akan tetapi, Sloan (1996) menemukan bukti bahwa pasar
bereaksi lebih kuat terhadap accrual daripada terhadap arus kas dari aktivitas
operasi. Temuan ini menambah panjang adanya anomali pasar modal efisien.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Efisiensi Pasar (Market Eficiency) didefinisikan sebagai
hubungan antara harga-harga sekuritas dengan informasi. Secara detail,
efisiensi pasar dapat didefinisikan dalam beberapa macam definisi, yaitu
berdasarkan nilai intrinsik sekuritas, berdasarkan akurasi dari ekspektasi
harga, berdasarkan distribusi informasi, dan berdasarkan pada proses dinamik.
Pasar efisien dapat terjadi karena peristiwa-peristiwa
seperti, informasi tersedia secara luas kepada semua pelaku pasar pada saat
yang bersamaan, informasi dihasilkan secara acak dan tiap-tiap pengumuman
informasi sifatnya random satu dengan yang lainnya, investor bereaksi dengan
menggunakan informasi secara penuh dan cepat.
Tiga macam bentuk utama dari efisiensi pasar antara lain,
Efisiensi pasar bentuk lemah yaitu jika harga-harga dari sekuritas tercermin
secara penuh dari informasi masa lalu, Efisiensi pasar bentuk setengah kuat,
dan Efisiensi pasar bentuk kuat yaitu jika harga-harga sekuritas secara penuh
mencerminkan semua informasi yang tersedia termasuk informasi privat.
Pengujian efisiensi pasar dibagi menjadi tiga kategori yang
dihubungkan dengan bentuk-bentuk efisiensi pasarnya, antara lain pengujian
bentuk lemah (weak-form test), pengujian bentuk setengah kuat (semi-strong-form
tests), dan pengujian bentuk kuat (strong-form tests).
Anomali pasar ialah teknik atau strategi yang tampaknya
bertentangan dengan pasar efisien. Beberapa anomaly yang banyak mendapat
perhatian adalah anomaly karena strategi PER rendah (low P/E ratios) dan
anomaly efek ukuran perusahaan (size effect
DAFTAR PUSTAKA
Scott, William R.2000.Financial Accounting Theory. Prentice
Hall canada Inc', Scarborough, Ontorio.
Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen
Portofolio. Yogyakarta: BPFE.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar